Langsung ke konten utama

Kapolri: Isu Rohingya Digunakan untuk Menyerang Pemerintah Jokowi

Nasional, Jakarta - Kapolri Jenderal menyerang pemerintah.

Karena itu, Tito melarang rencana sejumlah organisasi massa yang hendak berunjuk rasa di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 8 September 2017. Tito bahkan memerintahkan Kapolda Jawa tengah untuk tidak memberi izin aksi yang kabarnya hendak mengepung Candi Borobudur.

Baca juga: Menlu Retno Marsudi Temui PM Bangladesh Bahas Rohingya Hari Ini

Sejumlah ormas dikabarkan berencana menggelar demonstrasi Aksi Bela Muslim Rohingya dalam bentuk Gerakan Sejuta Umat Muslim Mengepung Candi Borobudur pada 8 September 2017 mendatang. Aksi itu digelar untuk mendesak penyelesaian konflik Rohingya di Myanmar.

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon dalam cuitan di akun twitternya menyayangkan lambannya sikap Presiden Joko Widodo dalam merespons krisis Rohingya. Fadli Zon menyebut Rezim ini kelihatan tak mendukung masyarakat rohingya yang menjadi korban pengusiran dan pembantaian. “Apakah krn kebetulan mereka muslim?” begitu cuit Fadli Zon di akun @fadlizon pada 3 September 2017.

Baca juga: Joko Widodo menyatakan perlu aksi nyata untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang dialami  etnis Rohingya Rakhine State, Myanmar. Jokowi menyatakan komitmen Indonesia untuk membantu mengatasi krisis tersebut.

"Perlu sebuah aksi nyata, bukan hanya pernyataan, kecaman-kecaman," kata Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 3 September 2017. Saat ini, Menteri Luar Negeri  Retno Marsudi sudah menemui Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior U Min Aung Hlaing agar menghentikan krisis Rohingya. Retno juga tela bertemu Aung San Suu Kyi, penasehat Pemerintah Myanmar sebagai upaya mengehentikan kekerasan di Rakhine.

ANTARA|KARTIKA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidur Terpisah? Bayi Bisa Lebih Nyenyak. Hati-hati SIDS

Siswi SMP di Buru Dilecehkan 18 Pria dari Januari-Agustus 2017

Marshinda Berfoto Seksi Mengingatkan Julia perez