Langsung ke konten utama

Resep Sukses dari CEO Bukalapak

Inforial CEO Bukalapak Achmad Zaky berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya. Ada tiga hal yang dibagikan pria asli Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini. Pertama, keberuntungan yang diraihnya ketika berteman dengan mahasiswa yang lebih pintar saat kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Sebagai mahasiswa dari daerah, kuliah di ITB tidaklah mudah. Saya sempat tidak pede (percaya diri) karena banyak mahasiswa ITB yang pintar-pintar. Tidak hanya pintar, mereka juga pede. Tapi di sinilah keberuntungan saya. Saya berteman dengan orang-orang yang jauh lebih pintar. Salah satu teman dekat saya adalah mahasiswa paling pintar di ITB yang tidak pernah mendapatkan nilai selain A selama empat tahun kuliah di ITB," kata Zaky.

Teman yang dimaksud Zaky adalah Fajrin Rasyid, yang juga salah satu pendiri dan Direktur di Bukalapak. "Jadi agar beruntung bertemanlah sebanyak-banyaknya dengan teman yang lebih pintar. Bidang apa pun tidak harus akademik," ujarnya.

Kedua, menurut Zaky, adalah kesenangan dirinya terhadap hal baru. Hal baru itu memberinya pembelajaran dan wawasan baru. Kesempatan di ITB dimanfaatkan Zaky untuk menemukan hal-hal baru tersebut. "Saya bergabung dengan banyak organisasi sewaktu di ITB. Dari KM ITB, saya belajar berpikir kritis. Dari himpunan, saya belajar kekompakan. Dari Menwa, saya belajar kedisiplinan dan ketahanan," ucapnya.

Kesenangannya pada dunia software berbuah order dari sebuah stasiun televisi untuk membuat software quickcount pemilihan umum. Waktu itu, dia mematok harga Rp 1,5 juta dengan masa kerja tujuh hari. Hitung-hitungan dia waktu itu uang tersebut cukup untuk enam bulan hidup sebagai mahasiswa, apalagi pengerjaannya cuma tujuh hari.

"Kita tidak pernah tahu apa jadinya diri kita di masa depan. Hidup ini, menurut saya, seperti air. Ikuti saja ke mana air mengalir sambil coba hal-hal baru yang lewat dan terus ikuti kata hati. Jika senang dan mau, coba. Jika tidak, ya jangan coba. Kita bisa menjadi terbaik karena kita senang serta mau di bidang itu. Carilah kesenanganmu," tuturnya.

Terkait dengan tujuan hidup, Zaky meminta kaum muda menentukan tujuan hidupnya. Hal inilah yang memacu dirinya merintis serta membangun Bukalapak dengan berbagai tantangannya. Hasilnya, hingga kini, Bukalapak masih kokoh berdiri dan terus tumbuh membesarkan berbagai usaha kecil menengah di Indonesia. "Tujuan inilah yang menguatkan kita di masa-masa sulit. Hidup hanya sekali, tujuan ini pula yang memberikan makna dalam hidup kita," ujarnya. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidur Terpisah? Bayi Bisa Lebih Nyenyak. Hati-hati SIDS

Siswi SMP di Buru Dilecehkan 18 Pria dari Januari-Agustus 2017

Marshinda Berfoto Seksi Mengingatkan Julia perez